Perjalanan jiwa dari alam kandungan menuju alam barzah dan alam akherat, harus terdampar dulu di alam dunia yang serba fana dan kadang memabukkan. kenapa? karena di sini sering jiwa-jiwa itu terlupa bahwa hakekatnya dia akan melakukan perjalanan seorang diri. Sang Jiwa akan mudah terpesona pada kasih sayang orangtua, saudara, kekasih, sahabat dan segala macam pernik kehidupan yang menyelimutinya.Harusnya sang jiwa mulai meyakini bahwa : jangan jatuh cinta apabila tidak siap untuk patah hati. jangan memiliki jika tidak siap kehilangan. juga, semua yang datang akan pergi. semua yang hidup akan mati. dst.
Mataku berdarah, kau tersenyum
Hidungku berdarah, kau tersenyum
Kupingku berdarah, kau tersenyum
Mulutku berdarah, kau tersenyum
Dadaku berdarah, kau tersenyum
Punggungku berdarah, kau tersenyum
Perutku berdarah, kau tersenyum
Lenganku berdarah, kau tersenyum
Telapak tanganku berdarah, kau tersenyum
Kakiku berdarah, kau tersenyum
Telapak kakiku berdarah, kau tersenyum
Aku mati, kau tertawa
Matamu berdarah, aku menangis
Hidungmu berdarah, aku menangis
Kupingmu berdarah, aku menangis
Mulutmu berdarah, aku menangis
Dadamu berdarah, aku menangis
Punggungmu berdarah, aku menangis
Perutmu berdarah, aku menangis
Lenganmu berdarah, aku menangis
Telapak tanganmu berdarah, aku menangis
Kakamu berdarah, aku menangis
Telapak kakimu berdarah, aku menangis
Kau mati, aku menjemput

0 komentar:
Posting Komentar